Pin It

Peringati Isro’ dan Mi’raj sekaligus Sambut Ramadhan 1437H

39 Views

IMG_9527 IMG_9541

Peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw, diperingati dalam momentum menyambut bulan suci Ramadhan 1437 Hijriah. Kepala Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Kabupaten Kampar yang diwakili Sekretaris Alfian S.Sos dalam sambutan singkatnya  menjelaskan, bahwa momentum Peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw, sengaja diperingati bersempena dengan menyambut bulan Suci Ramadhan yang hanya tinggal sekitar 23 hari lagi.

Untuk itu ia meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara Dinas Perhubungan Infokom Kabupaten Kampar, agar dapat mengambil pelajaran dari dua momentum yang yang sangat besar dalam agama islam.

Isra’dan Mi’raj adalah suatu peristiwa yang hanya dapat diterima dengan keimanan, dan merupakan suatu hal yang mustahil bias terjadi ketika pemahamannya dengan mengandalkan logika, sedangkan bulan Ramadhan itu sendiri adalah bulan yang penuh berkah bulan ibadah. Oleh sebab itu sudah selayaknya dua peristiwa ini dapat kita jadi sebagai momentum untuk meninstropeksi diri dan saling memberi maaf atas segala kesalahan baik dalam bekerja di kantor maupun dalam pergaulan sehari-hari secara individu. Hal tersebut ditegaskan Alfian di Musollah Dinas Perhubungan Infokom Kab.kampar Bangkinang jumat (12/05)

Sementara itu Ustad Syamsurizal dalam ceramahnya mengajak para ASN dinas Perhubungan Infokom Kab.kampar melihat bahwa peristiwa Isro’ dan Mi’raj adalah menggambarkan ragam dan konsekwensi kehidupan manusia dalam membangun hubungannya dengan manusia yaitu hubungan horizontal, yang digambarkan dengan peristiwa isra’ yaitu perjalan rasul dari Mesjid harom ke masjid aksho, sedangkan mi’roj adalah perjalan pertikal Rasullullah dari masjid a’sho menuju ke langit, yaitu gambaran hubungan secara vertical manusia dengan sang holik.

Menyambut datangnya bulan Ramadhan 1437 Hijriah, Syamsurizal mengingatkan bahwa puasa Ramadhan tersebut diberikan kepada orang yang beriman, mereka yang mendapat keridhoan, sehingga pahala puasa yang akan dikerjakan diterima Allah SWT. Seorang yang berpuasa agar diterima Allah SWT adalah seorang isteri yang minta maaf kepada Suaminya, seorang anak yang minta ampun kepada Orang Tuanya, serta seorang mendapat maaf dari karib kerabatnya atau tetangganya. Untuk itu bersihkanlah diri dengan memperbanyak minta maaf dan memberi maaf.(Dishubinfokom)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *