Pin It

Ziarah Kubur Sebagai Momentum Jalin Silaturahmi

79 Views

Gubernur Riau Arsyad Djuliandi Rahman bersama Bupati Kampar H Jefry Noer saat makam bajambau usai ziarah kubur pada Hari Raya 6 di Kec Bangkinag. 13-7 Bupati Kampar H Jefry Noer berjalan kaki dari makam ke makam untuk berziarah  pada Hari Raya 6 di Kec Bangkinang. 13-7 Bupati Kampar H Jefry Noer berdoa di makam Datuk Tabano usai pelepasan ziarah kubur pada Hari Raya 6 di mesjid Al Mujahidin Dusun Uwai desa Muara Uwai Kec Bangkinang. 13-7

Kegiatan Ziarah Kubur yang juga dikenal dengan Hari Raya 6 (enam), yang setiap tahun dilaksanakan oleh Masyarakat Kecamatan Bangkinang dan sekitarnya, dapat dimaknai sebagai momentum perekat hubungan silaturahim warga yang berasal dari daerah tersebut.

Demikian Bupati Kampar H Jefry Noer, SH saat melepas Ziarah Kubur Raya Enam 1437 H di Masjid Al-Mujahidin Dusun Uwai Desa Muara Uwai Kecamatan rabu pagi (13/7).

Bupati Kampar menjelaskan, bahwa dalam kegiatan ziarah kubur setiap tahunnya pada enam hari bulan syawal ini, memang sangat dinantikan oleh masyarakat baik yang berdomisili di Kampung maupun yang berada dan mencari nabkah di perantauan, semuanya sanak keluarga akan pulang kampong untuk satu tujuan bertemu keluarga dan melakukan ziarah kuburan orang tua dan keluarga yang sudah meninggal dunia, seraya memanjatkan doa secara berjamaah, sehigga acara ini menjelma sebagai satu kegiatan tahunan yang senantiasa dinanti dan dirindukan oleh segenap masyarakat seluruh tingkatan usia di daerah ini.

Dan apabila kita selusuri, ujar Bupati kegiatan ziarah kubur hari raya enam ini, sungguh mengandung makna yang sangat luar biasa sebagai momentum perekat tali silaturahim warga yang sangat dianjurkan oleh agama islam, dan oleh sebab itu kegiatan ini harus dapat kita pertahankan dan kita tingkatkan pada masa yang akan datang ujar pak Bupati serambi Mekkah itu.

dan melaksanakan ziarah bersama sekaligus bersilahturahmi”.tutur Bupati Kampar.

Disisi lain menurut Jefri Noer, agenda ziarah kubur hari raya enam ini, mampu pula menjadi ajang silaturahim antara masyarakat dengan pemimpinnya baik ditingkat Kabupaten/kota maupun pada tingkat Provinsi Riau, karena hampir setiap tahunnya kegiatan ini dapat dicatat sebagai agenda pemerintah daerah baik Kabupaten Kampar maupun Provinsi Riau, karena hamper setiap tahunnya para pejabat pada tingkatan tersebut hadir dan ikut melaksanakan proses ziarah kubur ini menyatu dengan masyarakat.

Disini juga para pejabat dapat melihat dengan jelas betapa melalui kegiatan ini, masyarakanya mampu bersatupadu dengan satu tujuan saling memberi maaf dan saling mendoakan agar dapat ampunan dari Allah SWT, terutama bagi karib kerabat dan dan orang tua yang telah meninggal dunia, demikian pula warga dapat menikmati suasana keakraban dari rumah kerumah saling berkunjung dan mencicipi hidangan yang sudah tersedia tanpa melihat perbedaan status sosial dan jabatan

Oleh karena Bupati berharap agar tradisi ini terus dipertahankan dan dikembangkan sesuai dengan sariat dan tuntunan agama Islam, jauhkan dari sifat ria dan sebatas kegiatan rutinitas, namun harus dimaknai sebagai momentum muhasabah diri dan mendoakan pendahulu kita. (dishubinfokom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *