Pin It

Perlu Antisivasi Dini Agar Embrio Komplik tak berkembang

28 Views

IMG_2839 IMG_2850 IMG_2858 IMG_2859 IMG_2869 IMG_2871 IMG_2872

Bupati Kampar H.Jefry Noer diwakili Asisten II Setda Kampar H.Nurbit mengatakan bahwa seluruh komponen yang ada harus dapat menjalankan peran dan fungsi nya di tengah masyarakat, sebagai upaya dini dalam mengantisifasi berkembangnya komplik sosial yang berbausarah.

Demikian disamapaikan Nurbit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral antisifasi dini terjadinya komplik sosial berbau sarah di Kabupaten Kampar.

Dikatakannya bahwa agenda rapat yang strategis ini menengok kondisi dan dinamika dalam kehidupan bermasyarakat yang cenderung mengarah terjadinya komplik sosial. Sebagaimana yang terjadi dibeberapa daerah tetangga seperti di Tanjung Balai Sumatera Utara.

Oleh karena itu meskipun hal itu belum terjadi, Nurbit mengakui Kampar yang mempunya iwilayah yang relative luas, dengan karakteristik masyarakat yang heterogen pada Kecamatan tertentu, embrio komplik itu harus kita akui sudah ada, namun setiap komponen masyarakat harus mampu membangun suatu komitmen sinergisitas untuk berperan dan berkontribusi mencegah agar supaya embrio itu berkembang menjadi sebuah komplik.

Berkaca pada sejarah lima belas tahun yang silam, di ibu kota Kabupaten Kampar pernah dihadapkan kepada suatu komplik yang berbaur sarah ini, namun berkat kerjasama dan koordinasi yang baik semua pihak hal tersebut dapat teratasi, untuk itu kedepan kita harus membangun komitmen agar semua pihak menjalankan perannya untuk mencegah secara dini agar riak-riak komplik dapat berkembang kearah yang lebih besar lagi.

Ditambahkan Nurbit pula, bahwa para pejabat dan aparat di daerah ini, baik sipil maupun militer, lembaga formil maupun non formil harus memiliki kepedulian dengan menjalankan peran aktifnya untuk menjaga keharmonisan ditengah msyarakat Kabupaten Kampar.

Sementara itu Kapolres Kampar  AKBP Edy Sumardi Priadinata SiK. Dalam exposenya tentang beberapa hal yang berkembang ditengah masyarakat, yang merupakan embrio yang berpotensi berkembang, untuk itu beberapa peristiwa  yang terjadi dapat dijadikan tolak ukur antisifasi seperti yang terjadi Tj.Balai Provinsi Sumatera Utara.

Beberapa faktor penyebab terjadinya komplik sosial itu Kapolres Kampar menjelaskan antara lain Komplik yang disebabkan komplik Tapal Batas seperti yang terjadi antara Kabupaten Kampar dengan Kabupaten Rohul masalah lima desa.

Masalah lain menyangkut komplik Sumber Daya Alam, Komplik yang disebabkan hal berbaur sarah serta komplik Politik Ekonomi Sosial Budaya (Poleksosbud) . Hal itu harus mampu kita redam dengan pola kegiatan dan pola Pelayanan bagi masyarakat. (Dishubinfokom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *