DRONE HARAPAN TRANSPORTASI MANUSIA DI MASA DEPAN

Pengunaan transportasi masa depan yang berbasis listrik dan energi terbarukan terus dikembangkan oleh para ilmuan di beberapa negara maju di dunia. Tidak terkecuali di Indonesia, saat ini beberapa kampus di nusantara sudah mulai mengembangakan drone tersebut. Menurut Riza Muhida selaku Director Center For Robotic and intelegent machine Serpong Jakarta saat ditemui usai mengisi acara seminar Smart Grid yang di gelar oleh Prakarsa Jaringan Cerdas Indoonesia [PJCI] di Kampus Udaya, Bali Kamis 27 Juli kemarin.

Riza mengatakan, dalam pengunaan drone sebagai transportasi untuk masyarakat di masa depan maka akan sangat potensial sekali baik dalam sisi efisiensi energi serta dalam hal ekonomi, mengingat pengunaan drone bisa menekan biaya transportasi konvensional sebesar 1/5 dalam sekali transaksi. “Katakanlah saat kita mengunakan fasilitas angkutan umum seperti taxi, maka biaya yang akan kita keluarkan sebesar 80 ribu per jam, dari hasil penelitian ketika kita menggunakan drone kita cukup membayar sebesar 2 dollar atau sekitar 20 ribu”.Riza juga menambahkan, jika program tersebut di implementasikan untuk mengantarkan orang atau barang maka ketertarikan masyarakat terhadap drone akan semakin meningkat.” Dari pada mereka melewati jalan yang macet, mereka lebih baik menggunakan drone Karena akan langsung di antar ke lokasi yang dituju”. Ucap dosen Universitas Surya tersebut.

Disampaikan, untuk menunjang program tersebut diperlukannya sarana pendukung, salah satunya sarana penyedian tempat untuk mengecas batre pada drone. “Jika drone bepergian jarak jauh drone bisa mampir dulu untuk mengecas drone, tentunya memerlukan konsep smart grid untuk distribusi charging, berapa tempat yang menyediakan tempat charging dan tentunya menggunakan teknologi IT, maka percuma kita mempunyai drone tapi tidak bisa ngecas maka orang tidak bisa terbang”. Ungkapnya. Beberapa tantangan atau hambatan dalam pengembangan teknologi drone sudah dirasakan, salah satunya regulasi serta dorongan dari pihak pemerintah. Sampai saat ini pemerintah belum optimal mendukung program cemerlang tersebut, Karena membutuhkan kesiapan yang sangat matang, namun pihaknya terus optimis dan terus mendorong pemerintah untuk benar-benar fokus dengan program masa depan tersebut. “ dibuatkan tempat charger di atap-atap gedung di beberapa tempat tertentu, seingga drone bisa mampir untuk melakukan pengecasan”. Imbuhnya.

Selian itu, tantangan yang harus di hadapi saat ingin mengembangkan drone dibutuhkan adanya investasi yang lumayan besar, oleh Karena itu diharapkan adanya ketertarikan dari pihak investor untuk menginvestasi sahamnya dibidang pengembangan drone.” Kami berharap para investor mau terlibat dalam pengembangan teknologi ini”. Harapnya. Jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia masih jauh tertinggal dalam mengembangkan drone, seperti yang dilakukan oleh Abu Dhabi, Uni Emirates Arab yang secara resmi akan melaunching taxi udara di tahun depan. “Kalau kita lihat di youtube negara tersebut sudah secara resmi menerapkan taxi udara pada tahun depan, kal



Comments are Closed