PROYEK PERENCANAAN DAN PEMETAAN PARTISIFATIF (PMaP#7)

Lembaga  Wali Amanat Millenium Challenge Account-Indonesia (MCA-I) menggelar sosialisasi penataan ruang tahap III yang digelar di aula Bappeda Kabupaten Kampar,  Selasa (7/11/17). Sosialisasi ini disampaikan oleh deputy MCA-1 Imelda T,  selaku narasumber.

Sosialisasi ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs. H. Yusri, MSi, Kepala Bappeda Kabupaten Kampar yang diwakili Sekretaris Bappeda Kabupaten Kampar Afrizal,  S. Sos,  Anggota DPRD Kabupaten Fahmil,  Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar,

Imelda menyampaikan tentang proyek Perencanaan dan Pemetaan Partisifatif (PMaP#7) yang sedang dilaksanakan oleh MCA-I di Kabupaten Kampar.  Proyek PMaP#7  ini berlangsung selama satu tahun  dan saat ini sudah berjalan selama delapan bulan.

Ia menjelaskan apa saja yang telah dilaksanakan oleh PMaP#7 di Kabupaten Kampar selama delapan bulan ini.  Ada tiga tugas utama PMaP#7, Akuisasi data geospasial dan persiapan database sistem informasi geografis (GIS),  terkait tutupan lahan dan penggunaan lahan. Kemudian kompilasi dan geo-referensi perijinan yang sudah ada maupun yang sedang diproses terkait pemanfaatan lahan dan sumber daya alam.  Selanjutnya memperkuat rencana tata ruang kabupaten melalui peningkatan kapasitas aparat terkait perencanaan, penegakan dan pengelolaan informasi penggunaan lahan berbasis data spasial.

Disampaikan Imelda dari data spasial yang diperoleh PMaP#7 terungkap bahwa 91 % lahan di Kampar merupakan perkebunan.  Hanya sedikit sekali lahan untuk peruntukkan lainnya.

Ditengah minimnya ruang diluar perkebunan itu masih ada dua potensi terbesar yang dimiliki Kabupaten Kampar yakni,  potensi wisata dan ekonomi.  Ada dua koridor pariwisata di Kampar yakni koridor wisata alam dan koridor wisata budaya.  Kemudian ada koridor ekonomi Petapahan-Bangkinang-Lipatkain.  Dimana tiga wilayah ini bisa menjadi kota satelit bagi Pekanbaru.

Imelda banyak menjelaskan bagaimana pentingnya data spasial untuk mendorong investasi. “Orang sudah meninggalkan data tabular dan beralih ke data spasial, ” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bagaimana kaitan antara tata ruang dan investasi.  Untuk investasi orang butuh kepastian ruang, kepastian hukum, kepastian prosedur, potensi daerah,

ketersediaan data spasial.

Imelda menyampaikan bahwa mencermati kondisi Kampar saat ini dan guna untuk pembangunan Kampar kedepan maka pihaknya merekomendasikan, Pentingnya penguatan tata ruang,  Implementasi KSP (kebijakan satu peta), pemanfaatan data geospasial dan teknologi GIS, dan pembangunan kapasitas SDM.

Pihaknya juga telah melakukan apa yang direkomendasikan tersebut termasuk mendidik tenaga (SDM)  untuk pemetaan dan tata ruang ini.  “Ada tujuh orang tenaga yang telah kita didik,  dua orang diantaranya adalah srikandi terbaik yakni Merri dan Riri (Rika Amelia),” ujar Imelda.

Sementara itu Sekda Kabupaten Kampar Yusri menyambut baik kegiatan PMaP#7 di Kabupaten Kampar. Apa yang dilakukan MCA-I dengan proyek PMaP#7 ini akan mempercepat penyelesaian sengketa lahan di Kabupaten Kampar.  “Dalam enam bulan ini kami masih disibukkan dengan sengketa lahan. Dengan adanya kegiatan ini yang menghasilkan satu peta maka penyelesaian lahan akan cepat terlaksana, ” ujarnya.

Kemudian Sekda berpesan kepada pihak MCA-I,  bahwa tenaga yang sudah di didik ini nantinya jangan dilepas begitu saja. “Walaupun kegiatan sudah selesai nanti,  tapi kami berharap mereka tetap di kawal dan diberikab bimbingan, ” ujarnya.

Sehari sebelumnya,  MCA-I ditempat yang sama juga melaksanakan kegiatan lokakarya III yang disampaikan oleh narasumber Fakhrur Razi (Spasial Planner) dan  Ahsan (GIS Tech).sumbervnet.Dishubkampar/rd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *