Pin It

STATEGI SALUD

67 Views

STATEGI SALUD

Oleh: Yurisdian (Penyuluh Keselamatan Transportasi Darat)

STATEGI SALUD

Anak usia dini oleh Beeker dikelompokkan pada anak yang berusia antara 3 sampai 6 tahun, anak usia tersebut biasanya mengikuti program pendidikan dini yang di Indonesia  familiar dengan program Tempat Penitipan Anak, Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak.

Diperkirakan kecelakaan menjadi penyebab kematian dan catat tubuh ketiga terbesar dan jauh diatas korban perang atau HIV, yang menarik lebih banyak perhatian (Palang Merah Internasional, 1998). Data WHO 2011, yaitu : 1. sebanyak 67 persen korban kecelakaan lalu lintas berada pada usia produktif , yakni 22 – 50 tahun ; 2. Terdapat  sekitar 400.000 korban di bawah usia 25 tahun yang meninggal di jalan raya ; 3. rata-rata angka kematian 1.000 anak-anak dan remaja setiap harinya ; 4. kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab utama kematian anak-anak di dunia, dengan rentang usia 10-24 tahun.

Arahan dan Instruksi Presiden pada Pembukaan Pekan Nasional Keselamatan Transportasi Jalan Tahun 2007 tanggal 23 April 2007 : 1. Dirumuskan adanya lembaga sebagai wadah koordinasi antar instansi untuk mewujudkan keselamatan transportasi jalan ; 2. Dirumuskan Cetak Biru Program Keselamatan semua instansi terkait ; 3. Dibangun sistem informasi keselamatan transportasi jalan ; 3. Dirumuskan sumber pendanaan yang dapat membiayai program keselamatan secara berkelanjutan ; 4. Dilakukan pendidikan berlalulintas secara dini ; 5. Dilakukan sosialisasi terutama hubungannya dengan perilaku berlalu lintas baik terkait hukum lalu lintas dan etika berlalu lintas.

Program SALUD (Sadar Lalu Lintas Usia Dini) adalah salah satu solusi untuk manajemen prilaku berlalu lintas yang diterapkan sejak dini kepada Peserta Didik dengan konsep penyuluhan, kependidikan dan pengasuhan. Konsep penyuluhan : kepada Pendidik dilaksanakan oleh Pemerintah instansi Perhubungan kepada Guru, orang tua dan relawan yang kemudian dikembangkan dalam suatu komunitas terstruktur dan berkelanjutan yang tergabung dengan media online. Konsep kependidikan : dengan menyiapkan fasilitas hardware (media ajar) dan software (buku panduan). Sedangkan konsep pengasuhan : dilaksanakan dengan praktek lapangan dari mulai hal yang dianggap kecil melalui pendekatan moral, etika dan agama kepada Peserta Didik.

Pembiayaan SALUD dapat dilaksanakan dengan APBN, dukungan APBD, Peran Perusahaan / Swasta bahkan swadaya masyarakat. Perlu payung hukum yang jelas, baik dalam penguatan anggaran apalagi dalam penguatan dimensi sosial kemasyarakatan.

Berdasarkan hasil study yang telah Kami kembangkan, hal-hal yang remeh temeh namun sangat berdampak pada keselamatan berlalu lintas sebagai bekal diusia dini adalah sebagai berikut :

  1. Tata cara menyeberang jalan, hal ini sangat penting di ajarkan karena sebagian besar kecelakaan bagi anak usia dini terjadi akibat tidak berhati-hati saat menyeberang jalan ;
  2. Tata cara penggunaan helm, sebagian besar orang tua tidak mengenakan helm pada anaknya pada saat berkendara roda dua ;
  3. Etika pada saat akan melaksanakan perjalanan, dalam perjalanan dan setelah berkendara ;
  4. Budaya antri, untuk menghindarai kesemrautan ;
  5. Menumbuhkan kecintaan pada penggunaan angkutan umum ;
  6. Dan lain-lain;

Dengan melibatkan stakeholder sektor transportasi, dunia pendidikan dan masyarakat, maka Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan 2013 – 2035 akan dapat diwujudkan melalui terobosan yang telah digagas Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IV Riau Kepri ini.

STATEGI SALUD

 

Hal yang perlu dilaksanakan dalam waktu dekat adalah penguatan kepelatihan kepada Guru-guru, orang tua dan relawan dalam wadah penyuluhan yang sistematis, terukur dan berkesinambungan.  (Y1J)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *