Pin It

Bappeda Kampar Sosialisasikan Pengisian Matrik dan Pembentukan Tim Koordinasi SDGs

33 Views

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar Sosialisasikan Cara Pengisian Matrik dan Pembentukan Tim Koordinasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), bertempat di aula Bappeda Kabupaten Kampar Selasa, (15/5/18). Sosialisasi ini diikuti seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Acara Sosialisasi ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Kabupaten Kampar Adri Yedi, SE, didampingi Kasubbid Pembangunan Manusia, Musliman SP, MEng. Nara sumber berasal dari Bappeda Provinsi Riau yakni, Hasan Warso Syahputra, S.IP, Yul Fatmi Danny dan Yulia Rahmawati. Ketiga narasumber ini merupakan Fungsional Perencana Bappeda Provinsi Riau.
Kabid PPM Bappeda Kabupaten Kampar Adri Yedi, SE menyampaikan bahwa Sosialisasi Pengisian Matrik dan Pembentukan Tim Koordinasi SDGs ini, dinilai sangat penting karena saat ini Pemerintah Kabupaten Kampar sedang mempersiapkan pengisian Matrik Rencana Aksi Nasional (RAN) TPB. RAN TPB adalah dokumen yang memuat Program dan Kegiatan Rencana Kerja lima tahunan untuk pelaksanaan berbagai kegiatan secara langsung dan tidak langsung mendukung pencapaian TPB sesuai dengan sasaran Nasional. RAN TPB ini merupakan tidak lanjut dari Peraturan Presiden RI Nomor : 59 Tahun 2017 tentang pelaksanan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Disampaikan Adri Yedi bahwa TPB adalah dokumen yang memuat tujuan dan sasaran global tahun 2016 sampai tahun 2030. TPB bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sementara itu Narasumber Hasan Warso Syahputra, S.IP menyampaikan materi tentang Sustainable Development Goals dan Strategi Pencapaiannya di Tingkat Daerah. Disampaikan Hasan bahwa Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan kerangka kerja pembangunan yang menjadi panduan bagi dunia internasional dalam upaya menentukan prioritas dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

SDGs terdiri dari 17 tujuan sebagai komitmen untuk menjawab tantangan. Ada 169 target dimana setiap tujuan diturunkan ke dalam beberapa target. Kemudian ada 241 indikator, dimana setiap target diukur melalui indikator.

Ada tiga pendekatan SDGs yakni, 1. Universal yaitu pengentasan kemiskinan dan memastikan pembangunan berkelanjutan untuk masa depan adalah tantangan semua negara. 2. Integrated yaitu SDGs mencakup 3 dimensi pembangunan berkelanjutan (ekonomi, sosial, dan lingkungan) dan menitikberatkan pada manusia, alam semesta, keamanan, kemakmuran dan kerjasama. 3. Inclusive yaitu, SDGs mengambil tagline “leave no one behind”, artinya pembangunan harus memberikan manfaat untuk semua orang dan memberikan perhatian khusus kepada kelompok yang tertinggal.

Hasan juga menjelaskan Langkah – Langkah Pelaksanaan SDGs di Provinsi Riau, yakni, Membangun pemahaman publik akan pentingnya SDGs dan relevansi keterlibatan semua pihak dalam pelaksanaan dan pencapaiannya. Integrasi agenda SDGs ke dalam agenda pembangunan daerah. Merealisasikan komitmen semua pemangku kepentingan melalui pelaksanaan program dan kegiatan sesuai dengan kapasitas, peran dan sumber daya yang dimiliki. Monitoring dan evaluasi perkembangan dan hasil berbasis data.

Agenda Pencapaian SDGs Provinsi Riau yakni, Penyusunan Rencana Percepatan Pengentasan Kemiskinan dengan pendekatan multi-dimensi (SDGs acceleration framework untuk bidang kemiskinan). Membangun dashboard data SDGs (sebagai input penyusunan kebijakan dan program serta bahan monitoring dan evaluasi). Pelaksanaan SDGs berbasis wilayah desa.

Sementara itu narasumber Yul Fatmi Danny dan Yulia Rahmawati secara bersamaan menyampaikan materi tentang Penyusunan Rencana Aksi Daerah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) Provinsi Riau.

Dalam materinya Yul Fatmi menyampaikan tentang Dokumen Rujukan Penyusunan RAD TPB/SDGs. Adapun dokumen dimaksud adalah RPJMD periode berjalan, Renstra OPD periode berjalan, dan RENJA OPD, RKPD tahun 2016, 2017 dan 2018, Perpres No. 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Laporan Pencapaian MDGs, Dokumen Kebijakan dan Renaksi Lain yang ada dan terkait.

Ia juga menyampaikan tentang Pengisian Matrik TPB/SDGs Kabupaten Kampar. Dimana Matriks SDGS Kabupaten Kampar harus berpedoman kepada Indikator TPB/SDGs yang mengacu pada daftar indikator Provinsi. Konsep dan Definisi Indikator mengacu pada Metadata Nasional versi September 2017.

Kemudian Matrik berisi daftar program dan kegiatan yang mendukung indikator TPB/SDGs. Sumber data program dan kegiatan pada masing-masing OPD adalah RPJMD, RKPD, Renstra semua OPD. Indikator Program dan Kegiatan dianggap paling relevan terhadap capaian indikator.

Jika ada program dan kegiatan yang mendukung lebih dari 1 indikator TPB/SDGs maka anggaran kegiatan yang mendukung indikator TPB/SDGs ditempatkan pada program dan kegiatan yang paling mendukung capaian indikator TPB/SDGs.

Yul dan Yulia juga menjelaskan tentang Matriks RAD TPB/SDGs disertai Contoh Pengisian Matrik RAD. Ada Contoh Pengisian Matrik RAD Pilar Sosial TPB Provinsi, Contoh Pengisian Matrik RAD Pilar Ekonomi Program Pemerintah dan Contoh Pengisian Matrik RAD Pilar Sosial Program Non Pemerintah.

Diakhir acara sosialisasi disepakati bahwa seluruh OPD akan mengisi Matrik RAD TPB dan akan didiskusikan bersama Bappeda. Kemudian Bappeda bersama OPD menyusun SK Tim Koordinasi SDGs Kabupaten Kampar Tahun 2018. Matriks dan SK Tim ini akan diselesaikan dalam beberapa hari kedepan. Pada Senin depan diagendakan rapat pembahasan isian matrik dan SK Tim Koordinasi SDGs Kabupaten Kampar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *