Pin It

Wabup Pimpin Upacara Peringatan Harkitnas KE-110 Tahun 2018 Tingkat Kabupaten Kampar

70 Views

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2018 Ke-110 mengusung tema Pembangunan sumber daya manusia memperkuat pondasi kebangkitan nasional Indonesia dalam era digital, harus dimaknai dengan upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh pemerintah , badan usaha maupun masyarakat sendiri.

Begitu dikatakan Wakil Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto saat membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Informatika RI pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang dilaksanakan di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, Senin (20/5) yang juga diikuti oleh Seluruh Forkopimda, Kepala OPD dan Seluruh ASN yang ada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Ditambahkan Catur, menurut perhitungan para ahli, sekitar dua tahun lagi, kita akan memasuki sebuah era keemasan dalam konsep kependudukan yaitu bonus demografi yang menyuguhkan potensi keuntungan bagi bangsa karena proporsi penduduk usia produktif lebih tinggi dibandingkan penduduk usia non produktif yang nantinya akan memuncak pada tahun 2028 sampai dengan tahun 2031, Yang berarti tinggal 10 sampai dengan 13 tahun lagi yang angka kergantung penduduk diperkirakan mencapai titik terendah yaitu 46,9 persen.

“Proyeksi keuntungan bonus demografi itu akan tinggal menjadi proyeksi jika kita tidak bisa memaksimalkannya , usia produktif hanya akan tinggal catatan , oleh sebab itu pemerintah akan terus mendorong dunia pendidikan , bekerjasama dengan industri dan bisnis untuk mencari terobosan-terobosan baru dalam vokasi dengan membuat jurusan-jurusan baru baik ditingkat pendidikan tinggi maupun menengah yang berkaitan dengan keahlian ilmu terapan harus selalu ditampilkan untuk memasok industri dan tenaga terampil yang siap bekerja,” jelas Catur.

Dikatakan Catur, Alhamdulillah , kita mencatat bahwa tidak sedikit anak muda kreatif yang mampu menaklukkan gelombang digitalisasi dengan cara mencari berkah di dalamnya, internet ,medsos, situs Web, layanan multimedia dan lainnya mereka jadikan ladang baru untuk berkarya dan pasar yang menjanjikan bagi kreativitas, oleh sebab itu mari bersama-sama kita jauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak kita bebas berekreasi, bersilaturahmi, berekspresi dan mendapatkan manfaat darinya

“Tidak ada satu pihak yang tanggung jawabnya lebih besar dari pada yang lain untuk hal ini, untuk itu kita harus menjaga persatuan dalam memecahkan masalah dan harus berbagi beban bersama yang lain ,mari kita rapatkan barisan jangan sampai terpecah belah,” harap Catur.

 (Dishubkampar/rd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *