Pin It

Waspadai microsleep saat berkendara

287 Views

Kegembiraan mudik di hari raya memang harus diawali dengan perjalanan panjang menuju kampung halaman. Bagi mereka yang menyetir sendiri, tentu akan terasa melelahkan. Apalagi harus menyetir berjam-jam menempuh jalanan yang macet dan membosankan.

Rasa lelah yang luar biasa saat berkendara ini menyebabkan sebagian sel otak kita ‘tertidur’ untuk sekejap. Kondisi ini yang disebut dengan microsleep.

Mengapa microsleep dapat terjadi?

Microsleep adalah tidur sesaat yang hanya terjadi dalam waktu lima hingga sepuluh detik saja. Pengemudi bisa saja tidak merasa ngantuk karena terkalahkan oleh adrenalin yang terpacu saat sedang asyik menyetir di jalur mudik yang penuh tantangan.

Sayangnya kemampuan otak tetap ada batasnya. Rasa lelah yang amat sangat ditambah kurangnya istirahat akan memicu sebagian sel-sel otak untuk berhenti bekerja.

Tanda-tanda microsleep

Biasanya mereka yang mengalami microsleep tidak menyadari bahwa dirinya tertidur atau akan memasuki kondisi tidur. Seperti yang sudah disebutkan di atas, adrenalin yang terpacu membuat orang tidak merasakan kantuk.

Kadang-kadang microsleep terjadi meski mata tetap terbuka namun pandangannya kosong . Microsleep sering ditandai dengan gerakan kepala seperti mengangguk-angguk, mengedipkan mata terlalu sering, dan kesulitan mengingat hal yang baru saja terjadi sebelumnya.

Kelelahan Akut

Penyebab utama microsleep adalah rasa lelah yang luar biasa. Ada beberapa factor yang memicu kondisi kelelahan berat ini.

Misalnya. Jarak mengemudi yang harus ditempuh sangat jauh, mengemudi di jalan yang lurus saja untuk waktu yang lama sehingga jenuh, dan juga mengemudi di waktu malam setelah bekerja berat sebelumnya, dan mengemudi di waktu yang seharusnya dipergunakan untuk tidur.

Akibat microsleep

Berkurangnya aktivitas sebagian sel-sel otak membuat konsentrasi pun menurun. Jika microsleep terjadi saat Anda berada di depan layar komputer, mungkin tidak akan memberi pengaruh banyak.

Parahnya, microsleep sering kali menyerang pengendara lain. Hal ini tentu saja dapat menyebabkan kecelakaan fatal.

.Mencegah microsleep

Microsleep dapat dihindari apabila Anda mencukupi kebutuhan waktu tidur selama tujuh sampai sembilan jam per hari. Sebelum memulai perjalanan mudik, Anda harus istirahat yang cukup, jangan sampai waktu tidur Anda kurang dari enam jam saat malam hari.

Sebaiknya Anda beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan selama dua – tiga jam. Carilah tempat berhenti yang aman kemudian manfaatkan waktu untuk tidur sejenak.

Kafein tidak pernah benar-benar bisa menggantikan tidur. Pada titik tertentu, efek kafein tidak akan sanggup lagi mencegah microsleep.

(Dishubkampar/rd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *