Pin It

Kampar Ajukan Kapal Pelayaran Rakyat Kepada Dirjen Kementerian Perhubungan Laut RI

138 Views

Jakarta, Bupati Kampar H Azis Zaenal SH MM yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kampar Ir Azwam M.Si didampingi Kadis Perhubungan Kabupaten Kampar Drs Mahadi MH serta Kabid Pengembangan dan Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar Yurisdian S.Si.T, ST, S.iPem, M.Eng, M.Si, Ph.D menghadiri Focus Group Discussion (FGD Pelaksanaan Hibah Kapal Pelayaran Rakyat Hasil Pembangunan Tahun Anggaran 2018 di Hotel Radtop Jakarta. 10/12
Tema FGD yakni Peranan Kapal Pelayaran Rakyat Hibah dari Kementerian Perhubungan Kepada Pemerintah Daerah untuk peningkatan Konektivitas Transportasi Laut dalam mewujudkan Program Nawa Cita.
Dalam kesempatan itu Kabupaten Kampar melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar mengajukan permohonan kepada Direktirat Jendral Perhubungan Kelautan RI berapa Kapal Pelayaran Rakyat guna untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat khususnya yang berada di daerah pinggiran sungai yang membutuhkan.

Azwan menjelaskan Pelayanan angkutan di Provinsi Riau khususnya di Kabupaten Kampar saat ini dilayani angkutan darat dan juga bisa menggunakan perairan. hal ini dikarenakan Kabupaten Kampar dialiri oleh Sungal Kampar. Kampar Kiri dan Subayang. sehingga sebagian besar masyarakat Kabupaten Kampar menggunakan angkutan perairan sebagai alat transportasi sehari hari khususnya di daerah-daerah terpencit.

Selain itu juga Kabupaten Kampar memiliki potensi wisata alam dengan air terjun yang setiap akhir pekan atau libur panjang selalu banyak pengunjung yang datang baik dari Kabupaten Kampar sendiri maupun luar kota, dan untuk mencapai lokasi tersebut harus menyusuri Sungai Kampar menggunakan Sampan / perahu warga sekitar lokasi wisata.

Azwan juga mengatakan bahwa hingga saat ini pelayanan pelayaran dimaksimalkan dengan sarana dan prasarana yang sangat terbatas. yang dlakibatkan terbatasnya kemampuan APBD Kabupaten Kampar dalam pemenuhan kebutuhan yang dimaksud.

“Untuk itulah kita mengajukan permohonan kepada kepada Dirjen Pehubungan Laut kiranya berkenan mengalokasikan bantuan pengadaan 2 (dua) unit Kapal Penumpang 1 Bus Air kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, tentu kita mengajukan ini mempunyai dasar yang jelas yakni hasil study kelayakan kebutuhan transportasi sungai di Kabupaten Kampar.”tegasnya

Kesimpukanya lanjut Azwan, Daerah di Kabupaten Kampar yang masih menggunakan transportasi sungai hanya ada di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, sedangkan di kecamatan-kecamatan lainnya sudah tidak menggunakan transportasi sungai karena sudah tersedia sarana dan prasarana transportasi darat.

Kemudian Berdasarkan status hutan di sepanjang bantaran sungai dimana seluruhnya termasuk ke dalam kawasan hutan suaka alam, maka di daerah ini tidak akan pemah bisa dibuka untuk pembangunan jalan.

Seterusnya, berdasarkan kondisi hidrologi sungai yang dangkal dan berbatu batu, maka Jenis angkutan yang dapat dioperasikan di Kecamatan Kampar Kiri Hulu adalah perahu tradisional (perahu kayu) yang dilengkapi dengan mesin temple kapasitas 3 PK dan atau 15 PK.

Selain itu, jumlah perahu bermesin yang ada di desa-desa sepanjang bantaran Sungai sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sarana transportasi sungai menuju pusat orientasi sosial ekonomi penduduk setempat yaitu Kota Gema.

Prasarana transportasi yang masih diperlukan di desa-desa sepanjang bantaran Sungai adalah dermaga terapung untuk turun naik penumpang dan area parkir untuk perahu perahu masyarakat setempat.

Dermaga terapung untuk naik turun penumpang dan area parkir perahu juga diperIukan di pelabuhan Desa Gema yang merupakan pusat orientasi kegiatan sosial ekonomi seluruh penduduk desa desa yang berada di bantaran Sungai.

Sarana & Prasarana penyeberangan sungai di lima lokasi yang ada di Kabupaten Kampar (Desa Gema, Desa Bingkuang. Desa Kuapan, Desa Buluh Cina dan Desa Rantau Kasih) perlu dilakukan perbaikan dan dibangun permanen serta pengadaan 5 unit tongkang bermesin yang lebih memadai.

Kemudian sebagai tindak lanjut pengembangan sarana dan prasarana transportasi sungai di Kecamatan Kampar Kiri Hulu perlu dilakukan pertama, DED pembangunan dermaga desa di 11 desa yang berada di sepanlang bantaran Sungai.

Kedua, DED pembangunan dermaga dl Desa Gema. Ketiga, DED pembangunan dermaga penyebrangan sungai di Desa Gema, Desa Bingkuang, Desa Kuapan, Desa Buluh Cina dan Desa Rantau Kasih, dan keempat, Pengadaan 5 Kapal penumpang dan 5 unit Tongkang Bermesin.

Azwan juga menyebutkan hal ini memperhatikan dan mencermati Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2011 perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 tentang Angkutan Di Perairan. Pelayaran Perintis adalah pelayanan angkutan di perairan pada trayek-trayek yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk melayani daerah atau wilayah yang befum atau tidak terlayani oleh angkutan perairan.(Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *