Pin It

Kementerian PAN-RB Setujui STTD Berubah Menjadi Politeknik

99 Views

BEKASI (sttd.ac.id) – Asisten Deputi Assesemen dan Organisasi, dan Pelaksanaan Kebijakan dan Koordinasi Tata Laksana Kelembagaan dan Tata Laksana Perekonomian dan Kamaritiman Kementerian PAN-RB Hastori mengapresiasi kelengkapan dan kesiapan fasilitas dan sarana diklat transportasi darat di Kampus STTD Bekasi. Kampus ini sudah lama dan didukung SDM baik, serta sudah terpercaya menyelenggarakan diklat SDM sektor transportasi darat.

“Kampus STTD Bekasi ini sudah layak dan memenuhi syarat untuk menjadi politeknik seperti diatur dama UU Pendidikan Tingi (Dikti),” kata Hastori menjawab BeritaTrans.com di Bekasi, Sabtu (11/5/2019).

Untuk pendidikan transporttasi darat, lanjutnya, STTD Bekasi memang pioneernya. “Kampus ini berdiri sejak tahun 50-an, dan fokus pada penyelenggaraan diklat SDM transportasi darat. Kalau kini UU Dikti mengharuskan menjadi politeknik, tak ada masalah. Kementerian PAN dan RB setuju dan memang sudah memenuhui syarat,” kata Hastori lagi.

Masalah ini, secara kelembagaan dan SDM yang duduk di lembaga baru Politeknik STTD nanti yang perlu dipersiapkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan STTD juga. “Tentunya dengan berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB,” aku Hastori lagi.

Secara kelembagaan, menurut dia, perubahan STTD menjadi politeknik sudah bisa dilakukan dan memenuhi syarat baik teknik dan nonteknik. “Tak ada alasan untuk menolak dan tidak menyetujui perubahan STTD menjadi Politeknik ini,” papar Hastori.

Masalahnya ke depan, menurut dia, bagaimana BPSDMP dan STTD mampu menjaga dan mempertahankan kualitas diklat ini bahkan menjadikan lebih baik lagi. “Setelah menjadi politeknik, kampus ini bisa membuka beberapa prodi lagi. Bukan hanya itu, sebagai politeknik bisa membuka Program S-2 dan S-3 (doktoral) disini,” papar Hastori.

Masalah ini, menurut Hastori harus bisa dijawab dan diwujudkan setelah menjadi politeknik nanti. “Sebagai politeknik, tantangan dan tugasnya tentu makin berat. Dan kualitas diklatnya tidak boleh turun,” pesan Hastori.

Disiapkan Jadi PTDI-STTD

Sementara, Ketua STTD Eddy Gunawan dalam paparannya menyatakan, pihaknya sudah mempersiapkan nama dan loggo baru jika nanti benar dirubah menjadi Politeknik. “Nama yang kita usulkan, Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI)-STTD. Jadi, nama STTD sengaja tidak dihilangkan, karena ini menjadi icon kampus matra darat BPSDMP ini,” kilah Eddy.

PTDI-STTD nantinya akan dikelola secara baik dan profesional, sesuai aturan UU dan dinamika zaman yang terus berubah. “PTDI-STTD akan menjadi kawah candradimika SDM unggul transportasi darat baik sebagai regulator, atau operator transportasi di Tanah Air,” papar Eddy.

Menurut dia, kebutuhan SDM tansportasi darat di Indonesia dengan 514 Kab/ kota serta 34 provinsi masih sangat kurang. “Berapa pun lulusan STTD kini, idealnya akan habis terserap masuk kerja. Namun karena keterbatasan anggaran serta skala prioritas yang ada, maka semua hanya bisa dilakukan secara bertahap,” sebut dia.

“Yang pasti, PTDI-STTD siap mendidik dan menyiapkan SDM transportasi darat di Indonesia. Termasuk menerima formasi taruna pola pembibitan (Polbit) yang akan diterima sebanyak 912 di tahun 2019 ini,” tegas Eddy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *